Asing Net Buy Rp 665 Miliar, BBCA dan ASII Angkat IHSG ke 5.282

IHSG ditutup menguat 0,31% ke level 5.282 pada perdagangan Rabu (28/10).
Penulis: Fajar
Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:02:31 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Investor asing membukukan beli bersih Rp 665,22 miliar di pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu (28/10), saat IHSG ditutup menguat 0,31% ke level 5.282. Penguatan indeks ditopang lonjakan saham bank besar dan emiten otomotif. Meski begitu, secara kumulatif sepanjang 2026 asing masih mencatat jual bersih Rp 96,71 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG naik 16,18 poin dari penutupan sebelumnya di level 5.266. Sepanjang sesi, indeks bergerak pada rentang 5.167,34 hingga 5.282,31 dan berakhir tepat di level tertinggi hari itu.

Nilai transaksi saham di seluruh pasar mencapai Rp 15,88 triliun dengan volume 31,54 miliar saham dan frekuensi 1,54 juta kali. Investor domestik menyumbang sekitar 60% aktivitas perdagangan, sementara asing berkontribusi sekitar 40%.

BBCA dan ASII Jadi Motor Utama Indeks

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi kenaikan 34,15 poin indeks. Harga BBCA melesat 7,65% ke level Rp 5.675.

PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan sumbangan 15 poin indeks setelah sahamnya menguat 7,99%. Dua emiten ini menanggung hampir seluruh kenaikan indeks hari itu.

Penopang lain datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kontribusi 5,33 poin usai harga naik 3,72%. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menambah 2,94 poin, disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 1,35 poin.

TLKM dan Barito Pacific Menahan Laju Indeks

Di kubu pelemah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 6,45 poin. Harga TLKM turun 3,27%.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 5,25 poin indeks setelah harganya melemah 6,79%. Tekanan lanjutan datang dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan kontribusi negatif 3,81 poin dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,50 poin.

Arus Dana Asing: Net Buy Harian, Jual Bersih Tahunan

Data BEI menunjukkan investor asing membukukan pembelian sekitar Rp 6,67 triliun dan penjualan Rp 6,01 triliun, sehingga net buy mencapai Rp 665,22 miliar. Di sisi lain, investor domestik mencatat pembelian Rp 9,21 triliun dan penjualan Rp 9,87 triliun.

Angka jual bersih domestik itu relatif seimbang dengan beli bersih asing. Artinya, aliran dana masuk dari luar negeri sebagian besar terserap aksi lepas investor lokal.

Meski demikian, beli bersih asing dalam satu hari belum cukup menunjukkan perubahan tren. Sepanjang 2026 hingga 28 Oktober, investor asing masih mencatat jual bersih Rp 96,71 triliun.

Saham Bank Mendominasi Nilai Transaksi

BBCA juga memimpin nilai perdagangan dengan Rp 3,31 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 1,08 triliun dan TLKM Rp 1,03 triliun.

  • BBRI: nilai transaksi Rp 927 miliar
  • BUMI: nilai transaksi Rp 634 miliar

Deretan nilai transaksi besar pada emiten berkapitalisasi jumbo itu menandakan aktivitas perdagangan terkonsentrasi di saham-saham likuid. Bagi investor, keberlanjutan pemulihan indeks masih bergantung pada pergerakan saham kapitalisasi besar serta konsistensi aliran dana asing pada sesi berikutnya.

Reporter: Fajar