Transaksi QRIS Tumbuh 93,92% di Semester I 2026, OttoPay Andalkan Pendampingan Mitra
LINEPERISTIWA.COM — Bank Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS sepanjang semester I 2026 menembus Rp1,12 kuadriliun, tumbuh 93,92% secara tahunan, dengan jumlah pengguna mencapai 65,77 juta hingga Juni 2026. Lonjakan adopsi pembayaran digital itu mendorong penyedia layanan seperti OttoPay memperkuat sisi layanan, bukan sekadar bersaing di harga.
Pertumbuhan transaksi QRIS yang nyaris dua kali lipat dalam setahun menegaskan pergeseran kebiasaan pembayaran pelaku usaha dan konsumen ke kanal non-tunai. Data Bank Indonesia tersebut menjadi pijakan OttoDigital dalam memposisikan layanan OttoPay di pasar payment gateway yang makin padat.
Chief Revenue Officer OttoDigital Grace Sunarjo menyebut pengalaman melayani ribuan merchant selama hampir satu dekade menunjukkan pelaku usaha tidak lagi hanya menimbang biaya transaksi. "Mereka membutuhkan payment partner dengan layanan terbaik," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (25/9/2026).
Harga Kompetitif Tak Lagi Jadi Faktor Tunggal
Grace menilai kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan pembayaran digital kini mencakup kemudahan proses pendaftaran dan dukungan operasional saat terjadi kendala teknis. Kebutuhan itu makin terasa seiring meningkatnya ketergantungan bisnis pada transaksi non-tunai.
Bagi merchant kecil, kendala teknis di awal penggunaan sering berdampak langsung pada penerimaan harian. Karena itu, kecepatan aktivasi dan respons layanan purnajual menjadi pertimbangan yang setara dengan besaran biaya transaksi.
Aktivasi QRIS Diselesaikan Tiga Hari Kerja
OttoPay menyebut proses aktivasi QRIS dapat diselesaikan dalam tiga hari kerja setelah dokumen mitra terverifikasi. Kecepatan itu ditujukan agar pelaku usaha segera bisa menerima transaksi digital dan mengurangi hambatan operasional pada tahap awal.
Pendampingan tidak berhenti di proses pendaftaran. OttoPay menyatakan layanan purnajual menjadi bagian dari komitmen sejak awal, mulai dari proses pendaftaran yang praktis hingga pendampingan setelah merchant aktif bertransaksi.
"Komitmen memberikan layanan terbaik ini kami hadirkan sejak tahap awal melalui proses pendaftaran yang praktis hingga pendampingan aftersales," kata Grace.
Jumlah Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta
Skala pasar QRIS terus membesar. Hingga Juni 2026, jumlah penggunanya mencapai 65,77 juta, sementara volume transaksi sepanjang semester I 2026 tercatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun.
Angka itu menunjukkan basis merchant dan konsumen yang makin luas, sekaligus memperbesar peluang penyedia layanan pembayaran menambah nilai lewat kualitas layanan, bukan hanya potongan harga.
Persaingan Bergeser ke Kualitas Layanan
Pertumbuhan 93,92% secara tahunan membuka ruang bagi penyedia payment gateway untuk membedakan diri. OttoPay menempatkan pendampingan bisnis mitra sebagai pembeda di tengah pasar yang menuntut keandalan sistem.
Bagi pelaku usaha, pilihan penyedia layanan kini turut menentukan kelancaran arus kas harian. Proses aktivasi yang cepat dan dukungan saat kendala teknis menjadi pertimbangan yang makin menentukan sebelum merchant memutuskan bermitra.