Danantara Dorong Pertamina Pangkas Impor Gas, LNG Jadi Andalan

Pertemuan Danantara dan Pertamina membahas proyeksi pasokan gas nasional di Wisma Danantara, Jakarta.
Penulis: Saiful
Senin, 14 September 2026 | 06:03:01 WIB

LINEPERISTIWA.COMPerkuat lead dengan konteks: Dorongan itu disampaikan dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Pertamina memaparkan proyeksi bahwa porsi LNG akan melampaui 50 persen dari keseluruhan pasokan gas nasional pada 2029. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai kemampuan produksi domestik harus mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan tersebut.

LNG Diproyeksi Dominasi Pasokan Gas 2029

Pertamina menempatkan LNG sebagai tulang punggung pasokan gas dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi yang dipaparkan dalam pertemuan itu menunjukkan porsi LNG terhadap total pasokan gas nasional akan melewati angka 50 persen pada 2029.

Besarnya kebutuhan itu membuat kapasitas produksi dan pasokan LNG domestik jadi taruhan. Dony menyebut yang terpenting adalah memastikan ada progres nyata dalam pemenuhan dari dalam negeri.

"Yang paling penting ada progres. Artinya, kalau kebutuhan kita 50 persen, kita sudah bisa suplai dari dalam negeri," ujar Dony, seperti dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Pernyataan itu menegaskan bahwa targetnya bukan sekadar angka produksi, melainkan kemampuan menutup separuh kebutuhan nasional dari sumber domestik.

Jargas dan CNG Jadi Kunci Tekan Impor LPG

Strategi memperkuat gas domestik tidak berhenti di LNG. Pertamina juga menggenjot pengembangan jaringan gas (jargas) dan compressed natural gas (CNG) agar gas bumi lebih dekat ke konsumen rumah tangga.

Salah satu skema yang tengah dikembangkan lewat mother station CNG ditargetkan mampu menyalurkan gas untuk melayani sekitar 12.000 rumah. Jargas dan CNG dinilai berpotensi mengurangi penggunaan LPG yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor.

"Ini bisa menurunkan ketergantungan secara signifikan. Kombinasi antara jargas dan CNG ini luar biasa. Dampaknya terhadap kita signifikan, terutama untuk mengurangi impor dan ketergantungan kita terhadap LPG," ujar Dony.

Bagi rumah tangga, masuknya jargas dan CNG berarti sumber energi memasak yang lebih stabil dan tidak terikat gejolak harga LPG impor. Bagi industri, pasokan gas yang lebih terintegrasi menjaga kelangsungan operasi.

Rantai Pasok Gas Diarahkan Terintegrasi

Dorongan BP BUMN dan Danantara memperlihatkan penguatan ekosistem gas nasional diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga menjangkau konsumen rumah tangga. Produksi LNG dalam negeri yang semakin kuat, ditambah ekspansi jargas dan CNG, diharapkan menciptakan rantai pasok gas yang lebih terintegrasi dari sumber produksi hingga pengguna akhir.

Jika berjalan sesuai target, langkah tersebut dapat memberikan dua manfaat sekaligus: menjamin ketersediaan energi dan mengurangi kebutuhan impor. Semakin besar kebutuhan gas nasional yang dapat dipenuhi dari sumber domestik, semakin kuat pula fondasi kemandirian energi Indonesia.

LNG bukan lagi sekadar komoditas ekspor. Ke depan, gas bumi juga ditargetkan menjadi salah satu senjata utama Indonesia untuk mengurangi ketergantungan energi impor.

Reporter: Saiful