Tiket ke Wembley Belum Final, Kontrak Inggris Jadi Sandungan

Wali Kota London Sadiq Khan menyatakan kesiapan Stadion Wembley menjadi tuan rumah duel Anthony Joshua melawan Tyson Fury.
Penulis: Saiful
Jumat, 04 September 2026 | 04:10:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Kebuntuan soal lokasi pertarungan yang dinanti publik Inggris itu kini menjadi tarik-ulur antara kepentingan komersial Amerika Serikat dan regulasi di London. Padahal, Wali Kota London Sadiq Khan telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah di Stadion Wembley.

Uang Sedang Berbicara: Mengapa New York Diunggulkan?

BBC Sport memahami bahwa penyelenggara asal Arab Saudi, Sela, telah menghubungi kantor wali kota dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kontak awal itu tak berlanjut ke pembahasan detail soal tanggal atau waktu.

Sumber terkait negosiasi menyebut Sela dan broadcaster Netflix memprioritaskan Madison Square Garden, New York, untuk laga yang ditargetkan berlangsung November. Alasan utamanya jelas: waktu tayang. Laga pada larut malam di London—bahkan hingga dini hari—dibutuhkan untuk menarik audiens televisi Amerika Serikat yang lebih besar. Hal ini tentu berdampak pada nilai siaran dan pendapatan.

Ada Satu Sandaran Hukum: Kontrak Awal

Justru di sinilah masalahnya. Eddie Hearn, promoter Joshua dari Matchroom Boxing, menegaskan kliennya sudah meneken kontrak yang secara eksplisit menyebut venue di Inggris Raya. Jika laga dipindah ke Amerika, kontrak itu harus dirundingkan ulang terlebih dahulu.

Hearn mengaku telah mengajukan syarat-syarat tertentu agar Matchroom setuju dengan perubahan lokasi ke New York. Negosiasi tengah berlangsung, namun dari sisi hukum, pertarungan idealnya digelar di kandang sendiri.

Dorongan Kuat dari Pemerintah Kota

Di tengah ketidakpastian itu, Khan buka suara dan melayangkan undangan terbuka kepada para promoter. "Pesan saya kepada para promoter—kami ingin menggelarnya di London. Bicaralah dengan kami, kami sangat ingin mengadakannya," ujarnya kepada BBC Sport, Kamis (13/2).

"Anthony Joshua dan Tyson Fury adalah dua petinju Inggris yang hebat. Mereka berdua mencintai para penggemar di negara ini yang telah mendukung mereka sepanjang karier, baik di tingkat amatir maupun profesional. Wembley telah menjadi tuan rumah banyak acara fantastis. Kami, para penggemar, ingin melihat mereka bertinju secara langsung di London," sambung Khan.

Potensi Masalah: Batas Waktu Malam Wembley

Salah satu kendala teknis adalah jam malam Stadion Wembley yang biasanya diberlakukan pukul 23.00 waktu setempat. Khan memang telah memberi sinyal dukungan untuk perpanjangan, namun keputusan akhir bukan di tangannya.

Brent Council, otoritas lokal yang berwenang memberikan persetujuan, menyatakan potensi perpanjangan jam malam harus dinilai oleh kelompok penasihat keselamatan Wembley. Belum jelas seberapa larut batas waktu tersebut bisa dimundurkan.

Dengan situasi ini, ada harapan venue final akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Sang promoter, Eddie Hearn, menginginkan pengumuman resmi pekan ini dan konferensi pers menyusul pekan depan. Jika gagal, duel yang ditaksir mampu menyedot 100 ribu penonton langsung ini bisa kembali menjadi mimpi yang tertunda.

Reporter: Saiful