Aktivitas di Dermaga Pelindo, Sejumlah Warga Resah Akibat Tercemar Debu Curah Kering

Kota Dumai (Riau), LPC
Sejumlah warga yang tinggal di ring satu khususnya sekitar operasional dermaga C PT Pelindo Dumai dibuat tidak nyaman dan gerah dikarenakan lingkungan rumah mereka dicemari debu curah kering dari aktivitas bongkar muat di dermaga C tersebut.
"Sudah sekitar satu minggu warga di sini dibuat resah dan jengkel akibat debu curah kering mencemari lingkungan rumah kami", ujar salah seorang warga ring satu pelabuhan (Senin, 23/2/2026) siang.
Menurut sumber ini mengatakan ada aktivitas dua kapal tanker sedang bongkar muat curah kering di dermaga C Pelindo Dumai maka kata dia memastikan debu yang mencemari rumah dan lingkungan mereka adalah dampak dari kegiatan bongkar muat tersebut.
Tidak hanya wadah di lingkungan rumah mereka disebut tercemar namun lebih parah kata dia debu hitam juga masuk mengotori ruangan isi rumah dan perabotan.
"Siapa yang tidak marah pak dengan kondisi seperti ini, keluarga kami dibuat terganggu dan tidak nyaman. Bukan hanya soal pencemaran saja, kondisi kesehatan keluarga kami juga menjadi taruhan dampak dari debu itu", ujar sumber kesal.
Disampaikannya, debu curah kering yang mencemari rumah dan lingkungan mereka diantaranya pupuk impor jenisnya seperti debu dan debu bungkil kelapa sawit.
"Kami sangat khawatir dengan debu pupuk yang beterbangan ke rumah dan lingkungan kami. Memang kami tidak tau apa dampak debu pupuk impor itu bila dihirup", tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, salah seorang pengelola usaha kedai kopi di sekitar jalan Datuk Laksamana Dumai juga yang berada di ring satu operasional bongkar muat juga menyampaikan hal yang sama mengeluhkan kondisi pencemaran debu dari aktivitas bongkar muat barang curah kering di dermaga C Pelindo.
Dengan sedikit mengeluh dan menyesalkan situasi itu, kepada awak media ia menunjukkan lantai rumah toko usaha kedai kopinya tampak berserak debu curah kering.
Ia juga menunjukkan meja - meja didalam kedai juga tampak menghitam dilapisi debu sembari ia membersihkan debu dengan mengepel pakai kain pengepel tampak menghitam tebal lengket di kain pengepel meja.
Sebagaimana disampaikan warga lainnya di sekitar jalan Datuk Laksamana, pemilik kedai Kopi ini juga membenarkan pencemaran debu curah kering di lingkungan rumah mereka sudah berlangsung sekitar satu mingguan.
Terkait debu pupuk impor yang beterbangan hingga ke kawasan padat pemukiman jalan Datuk Laksamana disekitar operasional bongkar muat dermaga di kawasan Pelindo Dumai, awak media akan mencoba menggali apakah ada dampak buruk debu pupuk impor tersebut terhadap kesehatan warga sekitar yang menghirup.
Soal pencemaran debu curah kering dari aktivitas bongkar muat barang di dermaga C Pelindo Dumai yang dikeluhkan sejumlah warga sekitar operasional dermaga C, awak media mencoba menghubungi Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Dumai, Teddy Fadillah pada hari Senin (23/2/2026) sore.
Terkait konfirmasi singkat disampaikan media ini dikirim lewat WhatsAppnya, Teddy Fadillah menyampaikan ucapan terimakasih kepada awak media atas info dan konfirmasi yang disampaikan media.
"Terima kasih pak infonya nanti kami cek ke tim lapangan ya, nanti ada tim saya yang hubungi bapak", ujar Teddy lewat nomor WhatsAppnya.
Tidak begitu lama dua staff bidang operasional SPMT menemui awak media disalah satu tempat di Kota Dumai dengan menyampaikan penjelasan dan klarifikasi soal debu curah kering yang mencemari lingkungan pemukiman penduduk warga sekitar operasional Pelindo Dumai.
Bidang operasional SPMT Pelindo Dumai, Tri Haryono kepada awak media membenarkan soal aktivitas bongkar muat barang curah kering di dermaga C Pelindo Dumai.
Menurutnya soal adanya keluhan warga sekitar ring satu operasional PT Pelindo mengeluhkan adanya debu hingga sampai ke pemukiman warga katanya karena tiba - tiba cuaca angin kencang.
Tri Haryono menjelaskan pihaknya tetap memantau dan berkoordinasi dengan pihak PBM yang melakukan bongkar muat setelah angin berhembus kencang maka kegiatan distop.
"Tetap kita pantau dan koordinasi dengan PBM KPDM. Namun karena tiba-tiba angin kencang debu beterbangan dengan kondisi itu langsung kita koordinasikan agar kegiatan sementara distop", ujar Tri Haryono berkilah.
Ia membenarkan bahwa aktivitas bongkar muat curah kering di dermaga C sudah berlangsung satu minggu namun kondisi cuaca tidak dapat diprediksi.
Menurut Tri Haryono, Pelindo tetap berusaha mengurangi debu beterbangan semaksimal mungkin namun karena jenis barangnya demikian (curah kering) terjadilah demikian karena cuaca tidak dapat diprediksi.
Apa yang disampaikan Tri Haryono bagian operasional soal debu yang beterbangan hingga mencemari pemukiman penduduk di sekitar jalan Datuk Laksamana operasionalnya sementara diberhentikan notabene karena awak media melayangkan konfirmasi singkat lewat nomor WhatsApp Branch Manager SPMT Pelindo Dumai, Teddy Fadillah atas keluhan warga.
Sedangkan warga terdampak pencemaran debu curah kering mengatakan sejumlah wadah dan lingkungan rumah mereka sudah tercemar debu hitam sejak semingguan lalu. Artinya dengan kondisi tersebut, debu hitam yang mencemari lingkungan pemukiman warga sudah terjadi hingga seminggu lalu tidak ada aktivitas distop saat hembusan angin kencang.
Terkait pencemaran debu curah kering yang diduga kuat akibat aktivitas bongkar muat barang curah kering di dermaga C Pelindo Dumai, awak media belum berhasil meminta penjelasan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai.
Dimana diketahui bahwa KSOP memiliki fungsi vital sebagai regulator dan pengawas dalam aktivitas bongkar muat barang di dermaga Pelindo mematuhi peraturan perundangan - undangan.
Hal yang sama, awak media juga belum meminta tanggapan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai.
Dan awak media berencana akan menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI soal dugaan pencemaran lingkungan rumah pemukiman warga akibat dampak aktivitas bongkar muat barang curah kering di dermaga C Pelindo Dumai.***
Sumber : A Tambunan/ SUARAPERSADA.com
Buktikan Kinerja Operasi yang Unggul, Kilang Dumai Catatkan Cost Optimization 34,98 Juta USD dan Raih Empat Penghargaan Cost Optimization Awards 2025
Kota Dumai (Riau), LPCKonsistensi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit .
Apel Pagi Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Beri Penghargaan Kepada Pegawai Teladan 2026
Rohul (Riau), LPCLembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan melaks.
Cegah Kebakaran Lahan Gambut, Koramil 06/Merbau Sisir Titik Rawan di Dusun 1 Bandul
Bengkalis (Riau), LPCAnggota Koramil 06/Merbau melaksanakan patroli kebak.
Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
Medan (Sumut), LPCDalam semangat kepedulian dan kebersamaan, personel Bat.
Patroli KRYD Brimob Polda Sumut Hadirkan Rasa Aman di Setiap Sudut Kota Medan
Medan (Sumut), LPCPersonel gabungan Satuan Brimob Polda Sumut melaksanaka.
Dapur Lapangan Polda Sumut Hidangkan Menu Buka Puasa bagi Warga Terdampak Bencana di Aek Ngadol
Tapteng (Sumut), LPCDi tengah proses pemulihan pascabencana, personel Bat.





.jpg)


