LINEPERISTIWA.COM — PT PLN (Persero) menyiapkan daya mampu pasok 436 megawatt (MW) di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat, selama gelaran MotoGP Mandalika 2026. Beban puncak kelistrikan pada sesi kualifikasi dan sprint race tercatat 324 MW, sehingga masih tersisa cadangan daya 112 MW. Pasokan yang andal ini menjadi penopang utama rangkaian balapan internasional yang diperkirakan mendorong dampak ekonomi hingga hampir Rp 5 triliun.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, memastikan seluruh sistem pembangkit di sekitar Sirkuit Mandalika beroperasi optimal. Menurut perhitungan perusahaan, beban puncak listrik selama sesi kualifikasi dan sprint race mencapai 2.930 kilovolt ampere (kVA), naik dibandingkan periode yang sama pada penyelenggaraan tahun sebelumnya sebesar 2.815 kVA.
"Kami pantau kondisi pembangkit aman, pasokan daya cukup, dan kelistrikan di Sirkuit Mandalika normal. Sesi kualifikasi dan sprint race hari ini pun bisa berjalan normal," kata Rizal dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Infrastruktur Kelistrikan Berlapis di Sirkuit Mandalika
Selain mengandalkan pembangkit utama, PLN memasang tiga titik inlet Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan kapasitas total 1.280 kVA. Masing-masing inlet berkapasitas 250 kVA, 400 kVA, dan 630 kVA, disiapkan sebagai fasilitas pendukung yang memungkinkan mobilisasi gardu ketika dibutuhkan.
Perusahaan juga menyiagakan 19 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 13 UGB, dan genset dengan total kapasitas 4 MW. Salah satu sumber pasokan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol yang berlokasi tak jauh dari sirkuit.
"Kami ingin memastikan langsung bahwa infrastruktur kelistrikan dan personel siaga dalam kondisi siap untuk memberikan pelayanan terbaik," ujar Rizal.
Dorongan Ekonomi Rp 5 Triliun dan Serapan Tenaga Kerja Lokal
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026 diperkirakan memberikan dampak ekonomi hampir Rp 5 triliun. Ekosistem ajang ini melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai penyelenggaraan MotoGP selama lima tahun telah mendorong pertumbuhan pariwisata NTB. Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan aktivitas ekonomi lainnya.
"Setelah lima tahun, kami melihat MotoGP memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan pariwisata di NTB," ujar Dony.
Antusiasme Penonton dan Pasar Asia
Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menyebut Indonesia sebagai pasar penting bagi pengembangan MotoGP di kawasan Asia. Tingginya penjualan tiket menjadi indikator kuatnya basis penggemar di dalam negeri.
"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat," ujar Carlos dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Jumlah penonton MotoGP Mandalika terus meningkat sejak 2023, dari 102.929 orang menjadi 121.252 orang pada 2024, dan mencapai 140.324 orang pada 2025. Dengan lebih dari 632 juta penggemar MotoGP di seluruh dunia dan jangkauan siaran hampir 200 negara, Mandalika diposisikan sebagai destinasi sport tourism yang memperkenalkan potensi ekonomi Indonesia ke pasar global.
Bagi PLN, gelaran ini menjadi ujian ketahanan jaringan kelistrikan di wilayah dengan beban fluktuatif selama tiga hari rangkaian balapan. Ketersediaan cadangan 112 MW memberi ruang antisipasi jika terjadi lonjakan permintaan di luar perhitungan awal.