
JAKARTA — Selain menggarap irigasi, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turut membuka akses jalan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, lewat pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting. Jalan ini diharapkan memangkas biaya logistik petani dalam mengangkut pupuk, benih, alat pertanian, hingga hasil panen.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut seluruh pembangunan di Wanam merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, dengan syarat infrastruktur harus mampu menekan biaya produksi dan menaikkan pendapatan petani.
"Tidak boleh ada tambahan cost lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody dalam keterangannya.
Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen I sudah mencatat kemajuan 3,59 persen, melampaui target rencana sebesar 1,30 persen. Meski konstruksi masih berlangsung, sepanjang 58 kilometer ruas jalan sudah dapat dilalui kendaraan. Adapun Segmen II sudah mencapai 10,06 persen dari target panjang 80 kilometer, dengan sekitar 50 kilometer trase telah dibuka.
Pembangunan jalan ini berjalan beriringan dengan proyek irigasi di kawasan yang sama. Hingga Juli 2026, saluran irigasi primer KSPP Merauke sudah mencapai 44 kilometer dari target 135,4 kilometer (32,5 persen), saluran sekunder 16,31 kilometer dari rencana 61,6 kilometer (26,5 persen), dan jaringan irigasi di lahan percontohan 1.200 hektare sudah 88 persen atau 20,45 kilometer dari kebutuhan 24,2 kilometer.
Kementerian PU turut membangun infrastruktur pengendalian banjir karena karakter lahan Wanam yang berupa rawa rentan tergenang saat musim hujan, dengan progres Paket I 39,02 persen dan Paket II 36,65 persen.
Proyek Wanam merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, yang diproyeksikan menjadikan kawasan itu salah satu sentra pangan baru di Indonesia timur. Kesiapan irigasi, drainase, jalan, benih, pupuk, tenaga kerja, daya dukung lingkungan, dan hak masyarakat adat tetap perlu dipastikan berjalan bersamaan agar tidak mengulang persoalan tata air dan konflik lahan yang pernah muncul di Merauke.
Secara nasional, Kementerian PU menargetkan 15 bendungan tuntas sebelum 2029 lengkap dengan jaringan irigasinya, yang diproyeksikan menaikkan luas layanan irigasi dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare dan produksi pertanian nasional dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun.
BPS mencatat produksi padi nasional 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.