
Kota Dumai (Riau), LPC
Keterbatasan ekonomi masih kerap menjadi faktor sebagian masyarakat terpaksa harus mengakhiri pendidikan formalnya. Kondisi ini tidak hanya membatasi akses terhadap pendidikan, tetapi juga mempersempit peluang masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak 2020 secara konsisten memberikan dukungannya kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar ring 1 perusahaan dengan memfasilitasi akses pendidikan kesetaraan bagi masyarakat guna memiliki ijazah setara Sekolah Menangah Atas (SMA) melalui Program Pertamina Cerdas Kejar Paket C.
Inisiatif ini merupakan dukungan nyata kepedulian Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, sejalan dengan pilar Pertamina Cerdas yang berfokus dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasinya agar berwawasan luas, mandiri sekaligus memperoleh kesempatan dan peluang hidup yang lebih baik.
Pelaksanaan Program Kejar Paket C periode belajar tahun 2025/2026 secara resmi telah selesai dilaksanakan dan ditutup dengan penyerahan ijazah kepada 40 peserta yang berasal dari Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Bukit Timah, dan Buluh Kasap. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Rumah BUMN Dumai pada sabtu {5/6).
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT PPN RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum menuturkan bahwa penyelesaian program pendidikan kesetaraan ini merupakan momentum penting bagi para peserta untuk membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Keberhasilan yang berhasil diraih para peserta ini adalah langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih besar dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, serta daerah tempat tinggal masing-masing. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi pintu peluang yang lebih baik untuk memperoleh pekerjaan yang diharapkan dan juga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk terus meningkatkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri,” ujar Muhammad Rum.
Ia juga mengapresiasi semangat dan dedikasi seluruh peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari buruh, ibu rumah tangga, kader posyandu, hingga pelaku usaha, yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan asesmen hingga dinyatakan lulus. “Pencapaian ini bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari kerja keras, komitmen, semangat belajar, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Muhammad Rum.
Dalam pelaksanaannya, selama periode pembelajaran 2025/2026, para peserta mengikuti berbagai kegiatan belajar mengajar dan asesmen yang dirancang untuk memenuhi standar pendidikan kesetaraan tingkat SMA.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2020, Program Pertamina Cerdas Kejar Paket C Kilang Pertamina Dumai telah memberikan manfaat kepada sekitar 220 penerima manfaat yang berasal tidak hanya di wilayah Kecamatan Dumai Timur yang menjadi wilayah operasi Kilang Pertamina Dumai. Program ini juga menjangkau daerah-daerah Kota Dumai lainnya seperti Bukit Kapur, Sungai Sembilan, Dumai Barat dan wilayah sekitar lainnya. Para alumni Program Kejar Paket C juga berasal dari beragam latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pekerja kebersihan, buruh, hingga kader posyandu dan kader PKK.
Muhammad Hafiz Ghalib, salah satu peserta periode ini yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh mengaku bersyukur dapat mengikuti Program Kejar Paket C yang diberikan Kilang Dumai. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi modal yang sangat berharga baginya untuk menaikkan taraf ekonomi keluarga, meski dalam proses belajarnya ia harus pandai-pandai membagi waktu antara bekerja, mengantar istri dan anak serta sekolah paket C.
Baginya mengikuti program ini telah menambah wawasan baru dan lingkungan baru. Dan ia juga berharap, “ Harapan saya satu, setelah ini bisa dapat kerjaan yang lebih baik dan mencukupi kehidupan sehari-hari untuk anak istri. Karena kerjaan saya saat ini istilahnya apa aja yang bisa dikerjain dikerjain, ngajar ngaji, narik ojek online dikerjain,” kata Hafiz.
Senada dengan itu, Natasya Piswanti mengaku termotivasi mengikuti Program Kejar Paket C karena menyadari bahwa sebagian besar pekerjaan saat ini mensyaratkan pendidikan minimal SMA. “Bingung mau cari kerja soalnya cuma ijazah SMP. SMP itu payah cari kerja. Jadi ikut ini biar ada ijazah SMA,” ujar Natasya.
Tak kalah menyentuh hati, kisah Juswina (53), yang kesehariannya disibukkan menjadi kader Posyandu dan PKK mengaku dulunya merasa sedih karena melihat teman-temannya bisa sekolah sementara ia harus berhenti. Ia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti saat duduk di bangku kelas 1 SMA akibat keterbatasan ekonomi keluarga. “Saya ingin memiliki ijazah setara agar bisa buka peluang yang lebih baik atau untuk saya di masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejak mengikuti Program Kejar Paket C Kilang Pertamina Dumai ini, perubahan signifikan yang dirasakannya yakni kepercayaan diri. “Saya lebih percaya diri, ada tujuan, dan yang jelas di masyarakat,” pungkas Juswina.
Melalui Program Pertamina Cerdas Kejar Paket C, Kilang Pertamina Dumai berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul, mandiri, dan berdaya saing sehingga mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang. Inisiatif ini turut mencerminkan komitmen Kilang Pertamina Dumai dalam mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya tujuan ke-4 yakni pendidikan berkualitas (quality education).***