Program Pengajian Bulan Suci Ramadan 1447 H, Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Perkuat Kepribadian Warga Binaan

Ahad, 01 Maret 2026

Rohul (Riau), LPC

Gema ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian. Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, pihak Lapas mengemas pengajian rutin menjadi program Pesantren Kilat Ramadan sebagai upaya memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi para warga binaan untuk melakukan refleksi diri dan memperdalam ilmu agama di bulan yang penuh keberkahan.

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan tahun ini. Guna memastikan proses pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an berjalan efektif, Lapas menghadirkan ustadzah dari luar instansi. Selain itu, para peserta Magang Nasional turut diterjunkan langsung untuk mendampingi warga binaan secara intensif.

Suasana pengajian tampak khidmat namun interaktif. Warga binaan tidak hanya mendengarkan, tetapi aktif melakukan sesi tanya jawab dan konfirmasi materi, menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperbaiki diri.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kasi Binadik dan Giatja, Sunu Istiqomah Danu, menegaskan bahwa selama Ramadan, frekuensi kajian keagamaan akan ditingkatkan berkali-kali lipat.

"Semoga ibadah kita semua lancar di bulan suci ini. Kami berharap kajian yang lebih intensif ini menjadi sarana penguatan mental dan spiritual warga binaan, sehingga amal ibadah kita dicatat berlipat ganda oleh Allah SWT," ujar Danu.

Program ini merupakan implementasi nyata dari Perintah Harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Kakanwil Kemenkumham Riau. Fokus utamanya adalah memastikan warga binaan memiliki kesiapan mental dan iman yang kokoh sebelum nantinya kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Melalui Pesantren Kilat ini, Lapas Pasir Pengaraian membuktikan komitmennya bahwa pembinaan kepribadian dan pembentukan karakter adalah kunci utama dalam proses pemasyarakatan yang berdampak.***Bsf

(Humas)