Babinsa Ungkap 60 Persen Lahan Terbakar Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Masih Berjibaku Jinakkan Api

Sabtu, 14 Februari 2026

Bengkalis (Riau), LPC

Penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Usaha Jaya RT 01 RW 03 Dusun 1 Bukut wilayah Desa Mengkopot terus dilakukan secara intensif oleh personel Koramil 06/Merbau bersama tim gabungan pada Sabtu 14 Februari 2026. 

Kebakaran yang telah memasuki hari kedua tersebut terjadi pada lahan gambut dan semak belukar milik masyarakat dengan proses pemadaman masih berlangsung hingga saat ini.

Tim gabungan melaksanakan penyiraman serta penyisiran pada sejumlah titik yang masih menimbulkan asap guna mencegah kebakaran meluas. Upaya pemadaman difokuskan pada area yang masih menyimpan bara api di dalam tanah, mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara menyeluruh.

Babinsa menyampaikan bahwa proses pemadaman dilakukan dengan metode penyiraman bertahap untuk memastikan bara api benar-benar padam. 

“Kami melakukan penyiraman secara menyeluruh pada titik yang masih mengeluarkan asap agar api tidak muncul kembali dari dalam tanah,” ujar Babinsa.

Babinsa menjelaskan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar tujuh hektare. 

“Dari total lahan yang terbakar, sekitar empat hektare atau enam puluh persen telah berhasil dipadamkan, sementara tiga hektare lainnya masih dalam proses pemadaman,” kata Babinsa.

Selain pemadaman, tim gabungan juga melakukan langkah pencegahan agar api tidak merambat ke lahan lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Babinsa menuturkan bahwa koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat terus dilakukan guna mempercepat pengendalian api di lapangan.

Babinsa menambahkan bahwa jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari pos satuan menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. 

“Lokasi kebakaran berjarak sekitar dua puluh kilometer dari Koramil sehingga membutuhkan pengaturan mobilisasi personel dan peralatan secara maksimal,” ungkap Babinsa.

Dalam wawancara terpisah, Babinsa mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber air serta kondisi cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. 

“Kami mengalami kesulitan dalam mendapatkan sumber air, ditambah angin yang cukup kuat sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap,” jelas Babinsa.

Babinsa menegaskan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman. 

“Kami akan terus berupaya bersama seluruh pihak terkait agar kebakaran dapat segera ditangani secara menyeluruh dan mencegah terjadinya kebakaran susulan,” tutup Babinsa.