Pertamina Patra Niaga RU Dumai Tingkatkan Awareness K3 Pekerja Melalui First Aid Competition dan Seminar HSSE

Selasa, 10 Februari 2026

Kota Dumai (Riau), LPC 

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus memperkokoh komitmennya dalam upaya penguatan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasi. Hal ini bukan sekedar pernyataan maupun kebijakan prosedural, melainkan diwujudkan dalam berbagai aksi nyata yang terus diintensifkan secara terintegrasi dan sistematis, baik di level pimpinan, pekerja, serta mitra kerja perusahaan.

Penguatan tersebut menjadi upaya strategis Perusahaan agar operasional Kilang Dumai terus beroperasi secara aman, andal, dan selamat, sekaligus memberikan perlindungan yang maksimal bagi insan Perusahaan sebagai aset utama Perusahaan dalam menjalankan tugasnya, sejalan dengan komitmen Kilang Dumai mendukung ketahanan energi nasional. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan dengan kegiatan promotif kesehatan melalui First Aid Competition yang diselenggarakan pada Kamis (5/2), bertempat di Balai Pertemuan Sasana Mitra  (BPSM), Komperta Bukit Datuk

Kegiatan ini melibatkan para Perwira Kilang Dumai yang memiliki peran sebagai First Aider dan tim tanggap darurat di masing-masing fungsi kerja. Mereka memiliki peran yang strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan awal kecelakaan kerja, yang sangat menentukan tingkat keparahan cedera bahkan keselamatan jiwa korban. Kompetisi dirancang melalui simulasi kasus kegawatdaruratan yang menyerupai kondisi nyata di setiap area kerja dengan masing-masing risiko, sehingga peserta dituntut untuk mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan sesuai dengan standar P3K, K3, dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) 

“First Aider memiliki peran strategis dalam penanganan awal keadaan darurat di tempat kerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap kompetensi pekerja semakin meningkat dan budaya keselamatan kerja dapat terus diperkuat secara berkelanjutan,”  ujar Syahrial Okzani, Manager HSSE Refinery Unit Dumai.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa pelaksanaan First Aid Competition ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh pekerja, sekaligus sarana bagi perusahaan untuk mengukur dan mengevaluasi kompetensi serta keterampilan Perwira dalam penanganan pertama saat terjadi keadaan darurat. Upaya ini juga dilakukan sebagai momentum perbaikan dan sekaligus memperkuat aspek HSSE, sebagai implementasi budaya K3 di lingkungan Pertamina. “Aspek HSSE telah menjadi prioritas dan fokus utama perusahaan, tanpa kompromi, karena merupakan fondasi operasional yang tidak dapat ditawar,” tambah Syahrial.

Sejalan dengan hal tersebut, Section Health dr. Hengki Ferdianto menjelaskan bahwa First Aid berperan penting dalam mencegah pemburukan cedera serta mengendalikan angka Total Recordable Injury/Incident Rate (TRIR). “Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian pre-hospital, dan disetiap kegiatan drill ada first aid. Jadi ini memang harus dikuasai oleh pekerja sebagai garda terdepan yang sudah ditugaskan oleh perusahaan. Dan ini termasuk dalam pelaksanaan undang-undang permenaker,” katanya

Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kualitas first aider di Kilang Dumai dan menjadi sarana refreshment bagi para pekerja yang menjalankan peran tersebut. Secara umum, pelaksanaan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun yang membedakan, situasi dibuat sedemikian nyata dengan efek sound yang menegangkan.  “Kita menekankan pada kasus-kasus yang terjadi dilapangan rill berdasarkan risiko kerja, seperti ketinggian, luka bakar, dan lainnya,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Aspek HSSE Sesuai Tata Nilai AKHLAK untuk Mewujudkan Budaya Safety Generative secara Berkesinambungan”. Tema tersebut menjadi optimisme Kilang Dumai dalam perbaikan HSSE yang optimal diseluruh lini.

Sejalan dengan komitmen penguatan K3, Kilang Dumai turut memperluas internalisasi aspek HSSE hingga kepada keluarga dan mitra kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Seminar HSSE yang digelar secara hybrid (luring dan daring) pada 31 Januari lalu, mengusung tema “Kerja Keras, Tapi Tetap Waras: Regulasi Emosi, Tekanan Kerja, dan Peran Keluarga”. Kegiatan ini menghadirkan dr. Yuliana, CHt®? selaku Dokter dan Hypnotherapist, serta Delmi Wardi, Sr. Trainer Safety Leadership Program (SLP) 4.0 dan Perwira Pertamina.

Safety Leadership Program (SLP) 4.0 didesain untuk membentuk kepemimpinan keselamatan di setiap lini melalui pendekatan non-technical leadership dengan tiga pilar utama, yaitu kesadaran diri, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian melakukan intervensi terhadap potensi bahaya.Lewat kegiatan ini,  Kilang Dumai mendorong terbangunnya dialog terbuka terkait risiko kerja dan beban emosional yang dihadapi pekerja, sekaligus menegaskan peran keluarga sebagai pengingat, pendukung, dan agen perubahan dalam penguatan Budaya HSSE, yang menempatkan keluarga sebagai Garda Utama K3.

Pjs. Area Manager Communication, Relations, & CSR Refinery Unit Dumai, Agustiawan, menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus mengoptimalkan penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Rangkaian kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Kilang Dumai dalam memperkuat implementasi K3 secara komprehensif. Kami ingin menegaskan bahwa K3 bukan semata tanggung jawab fungsi HSSE, melainkan kewajiban kolektif seluruh elemen perusahaan yang harus terinternalisasi dalam setiap aktivitas kerja, tidak hanya bersifat prosedural, tetapi menjadi kebiasaan dan budaya sehari-hari,” tegas Agustiawan.

Melalui serangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional 2026 ini, Kilang Dumai terus menegaskan komitmennya dalam membangun budaya HSSE yang kuat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional, melindungi seluruh insan perusahaan, serta memastikan peran strategis Kilang Dumai dalam mendukung ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.****