Rohul (Riau), LPC
Polsek Rambah Samo bersama unsur Forkopimcam, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan perwakilan perusahaan menggelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Kecamatan Rambah Samo Tahun 2026 di Lapangan Kantor Camat Rambah Samo, Kamis 11/6/2026.
Apel dipimpin Plt. Camat Rambah Samo, Sulaiman, S.H., Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla saat musim kemarau. Apel diikuti personel Polsek Rambah Samo, kepala desa se-kecamatan, perangkat desa, TNI, tokoh masyarakat, MPA, Manggala Agni, dan perwakilan perusahaan.
Dalam amanatnya, Sulaiman menyebut tahun 2025 Rambah Samo mencatat sekitar 300 titik hotspot, dengan puncak kejadian pada Juli. “Target kita tahun 2026 adalah tidak ada lagi kebakaran lahan di 14 desa di Kecamatan Rambah Samo. Apa yang terjadi tahun lalu harus jadi evaluasi bersama agar tahun ini kita wujudkan zero titik api,” tegasnya.
Usai apel dilanjut rapat koordinasi lintas sektoral. Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, S.H. menegaskan pencegahan Karhutla tanggung jawab bersama. Ia menyebut Desa Rambah Samo Barat, Sungai Salak, Marga Mulya, dan Lubuk Bilang termasuk wilayah rawan. Namun seluruh desa tetap wajib waspada.
Kapolsek mendorong kepala desa segera sosialisasi bahaya Karhutla dan larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta memasang spanduk imbauan di titik strategis. “Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Selain membahayakan lingkungan dan kesehatan, tindakan itu ada konsekuensi hukum tegas,” ujar IPDA Sarlose Mesra. Polsek Rambah Samo memastikan tidak ragu menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai aturan berlaku.
Melalui apel dan rakor ini, Polsek Rambah Samo berharap sinergi pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat makin kuat menjaga Rambah Samo aman dari Karhutla sepanjang 2026.***Bsf