Kanal

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Operasional Pasca Lebaran Aman, Senantiasa Terapkan Budaya K3

Kota Dumai (Riau), 

Masa Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026  PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) yang dimulai sejak 9 Maret resmi berakhir pada 1 April 2026. Seiring dengan berakhirnya masa tugas tersebut, Kilang Pertamina Dumai memastikan operasional kilang tetap berjalan dengan aman dan andal melalui penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara konsisten di seluruh lini aktivitas operasional.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Satgas RAFI 2026 selama 24 hari berjalan lancar dan aman berkat dedikasi seluruh Perwira serta kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak dalam menjaga stabilitas operasional kilang,”  ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum.

Manager HSSE Kilang Pertamina Dumai, Syahrial Okzani menambahkan bahwa penguatan aspek HSSE dilakukan secara berkesinambungan dan dijalankan secara konsisten serta terintegrasi di seluruh lini. Langkah tersebut dilakukan Kilang Pertamina Dumai untuk menjaga keandalan operasional demi menjaga rantai pasok energi bagi masyarakat.

“Implementasi HSSE kami perkuat melalui disiplin prosedur, pengendalian risiko, serta peningkatan kepatuhan dan kepedulian pekerja terhadap potensi bahaya. Kami juga terus mendorong ownership pekerja terhadap aspek K3 dalam setiap aktivitas operasional,” kata Syahrial.

Penerapan budaya K3 tidak hanya memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan sesuai dengan area kerja, tetapi juga dijalankan sejak awal dengan memastikan pekerja dan mitra kerja ‘Fit to Work’ melalui pemeriksaan kesehatan harian atau Daily Check Up (DCU). Pemeriksaan ini meliputi kondisi fisik seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi, serta memastikan pekerja tidak mengalami gangguan kesehatan yang berpotensi mempengaruhi keselamatan kerja.

Langkah preventif tersebut menjadi bagian penting dalam meminimalisir potensi human error yang dapat berdampak terhadap keselamatan kerja maupun keandalan operasional kilang. Selain itu, seluruh pekerja di area kilang juga diwajibkan mengikuti Grand Toolbox Meeting dan Safety Talk sebagai sarana penyampaian identifikasi potensi risiko dan penentuan langkah mitigasi, sehingga seluruh aktivitas operasional dapat dilaksanakan secara aman, terencana, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Implementasi K3 di Kilang Pertamina Dumai turut diperkuat melalui penerapan 10 elemen Corporate Life Saving Rules (CLSR), HSSE Golden Rules—Patuh, Intervensi, dan Peduli. Pesan-pesan ini juga sejalan dengan slogan Personal Risk Assessment Kilang Pertamina Dumai, yaitu BETUAH (BE: Berpikir Risiko, TU: Tindakan & Usaha Keselamatan, AH: Aman & Hati-hati).

Melalui penguatan implementasi HSSE secara konsisten dan menyeluruh, Kilang Pertamina Dumai berkomitmen untuk terus menghadirkan operasional yang selamat, andal, dan berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.***

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER