Bengkalis (Riau), LPC
Anggota Koramil 06/Merbau melaksanakan patroli kebakaran hutan dan lahan di Desa Ketapang Permai, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Kamis 22 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi terjadinya Karhutla di wilayah rawan.
Babinsa Koramil 06/Merbau Sertu Ansari menyampaikan bahwa patroli dilaksanakan bersama masyarakat dengan menyasar lahan kosong dan tanah gambut milik warga.
“Patroli ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan rawan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan patroli, Babinsa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami terus mengingatkan warga agar tidak membakar lahan karena dampaknya sangat merugikan dan berisiko hukum,” kata Sertu Ansari.
Patroli difokuskan di wilayah Dusun 01 RT 03 Desa Ketapang Permai yang dinilai rawan terjadinya Karhutla. Menurut Babinsa, pemantauan langsung di lapangan sangat penting untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman.
“Kami turun langsung untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ucapnya.
Selain patroli darat, Babinsa juga melakukan pengecekan sumber-sumber air seperti embung dan kanal. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran.
“Sumber air kami cek sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pemadaman,” jelasnya.
Babinsa menambahkan bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran,” ungkap Sertu Ansari.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Babinsa memastikan bahwa hasil patroli tidak menemukan adanya titik api maupun asap.
“Sampai patroli selesai, tidak ditemukan titik api atau asap,” katanya.
Kegiatan patroli Karhutla ini akan terus dilakukan secara rutin. Babinsa berharap upaya pencegahan ini dapat meminimalisasi risiko kebakaran di wilayah Pulau Merbau.
“Kami akan terus memonitor kondisi lapangan agar wilayah tetap aman dari Karhutla,” tutupnya.