IHSG Berpotensi Koreksi ke 4.763, MNC Sekuritas Pilih 4 Saham Andalan

Pergerakan IHSG tercatat melemah 0,80% ke level 5.057 pada perdagangan hari ini.
Penulis: Yasir
Senin, 02 November 2026 | 06:23:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi menuju rentang 4.763–4.845 dalam skenario terburuk, menurut riset MNC Sekuritas. Tekanan jual yang meningkat membuat indeks tertekan 0,80% ke level 5.057, sekaligus mencatat koreksi 7,03% secara mingguan. Di tengah tekanan itu, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham: EXCL, MEDC, SQMI, dan TAPG.

Tim riset MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi Senin (2/11/2026) memetakan dua skenario pergerakan IHSG. Skenario terburuk menempatkan indeks melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4.763–4.845. Adapun skenario terbaik masih membuka peluang penguatan ke rentang 5.456–5.564.

Koreksi 0,80% ke level 5.057 terjadi bersamaan dengan peningkatan tekanan jual. Dalam rentang sepekan, IHSG sudah anjlok 7,03%, mencerminkan tekanan yang cukup dalam di hampir seluruh sektor.

Dua Skenario IHSG: Koreksi Lanjutan atau Rebound Terbatas

MNC Sekuritas menjelaskan, dalam skenario terbaik IHSG masih berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] pada label hitam. Posisi itu membuka ruang penguatan menuju 5.456–5.564.

Namun skenario terburuk tetap dominan. Indeks disebut berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4.763–4.845.

"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4.763-4.845," tulis tim riset MNC Sekuritas dalam laporannya.

Untuk mengukur batas pergerakan, MNC Sekuritas memetakan level support di 5.012 dan 4.915. Sementara resistance berada pada 5.328 dan 5.460.

Empat Saham Pilihan di Tengah Tekanan Pasar

Meski indeks dibayangi koreksi, MNC Sekuritas tetap menyodorkan empat saham untuk dicermati. Rekomendasi diberikan dengan pendekatan teknikal, lengkap dengan level entry, target harga, dan stop loss.

  • EXCL — buy on weakness pada rentang Rp 1.410–Rp 1.515. Saham menguat 5,85% ke Rp 1.720 dengan dukungan peningkatan volume pembelian. Secara teknikal diperkirakan berada pada wave 5 dari wave (C). Target harga Rp 1.765 dan Rp 1.990, stop loss di bawah Rp 1.385.
  • MEDC — trading buy pada rentang Rp 1.350–Rp 1.380. Saham menguat 3,73% ke Rp 1.390 disertai kenaikan volume pembelian. Diperkirakan berada pada bagian wave (b) dari wave [b]. Target harga Rp 1.430 dan Rp 1.465, stop loss di bawah Rp 1.305.
  • SQMI — buy on weakness pada rentang Rp 59–Rp 65. Saham terkoreksi 5,71% ke Rp 66 dengan tekanan jual masih dominan. Target harga Rp 74 dan Rp 84, stop loss di bawah Rp 57.
  • TAPG — buy on weakness pada rentang Rp 1.810–Rp 1.895. Saham melemah 1,56% ke Rp 1.895 dan masih dibayangi tekanan jual. Target harga Rp 1.970 dan Rp 2.030, stop loss di bawah Rp 1.765.

Mengapa Tekanan Jual Masih Dominan

Pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir menunjukkan tekanan jual yang belum mereda. Koreksi 7,03% secara mingguan menjadi sinyal bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi turun, bukan sekadar koreksi teknis jangka pendek.

Dalam pembacaan gelombang Elliott versi MNC Sekuritas, posisi indeks saat ini berada di bagian akhir siklus wave [v]. Artinya, potensi penurunan masih terbuka sebelum fase pembalikan arah terjadi.

Bagi investor, dua level support di 5.012 dan 4.915 menjadi acuan penting. Penembusan ke bawah area tersebut akan memperkuat skenario koreksi menuju 4.763–4.845. Sebaliknya, jika indeks mampu bertahan dan menembus resistance 5.328, peluang rebound ke 5.460 terbuka.

Apa Artinya bagi Investor

Rekomendasi buy on weakness pada EXCL, SQMI, dan TAPG menunjukkan pendekatan akumulasi bertahap di area pelemahan, bukan pengejaran harga. Sementara MEDC disarankan trading buy, cocok untuk posisi jangka lebih pendek.

Setiap rekomendasi dilengkapi stop loss sebagai batas risiko. Disiplin pada level tersebut menjadi kunci di tengah pasar yang masih rentan tekanan jual lanjutan.

Reporter: Yasir