Danantara Tampil di Forum TIME100 Next 2026, Pengamat Ingatkan Kinerja dan Tata Kelola
LINEPERISTIWA.COM — Pengajar Ilmu Komunikasi LSPR sekaligus praktisi public relations senior Nugroho Agung Prasetyo menilai kehadiran Danantara Indonesia di forum TIME100 Next 2026 di New York membuka peluang memperkuat visibilitas internasional. Namun eksposur itu perlu diikuti kinerja dan tata kelola yang kredibel agar kepercayaan pemangku kepentingan terbangun dalam jangka panjang.
Penilaian itu disampaikan Agung melalui sambungan telepon pada Minggu (1/11/2026). Menurutnya, forum yang digelar majalah TIME tersebut punya nilai strategis untuk memperkenalkan potensi investasi Indonesia kepada audiens global.
Agung menyoroti posisi Danantara yang tampil bersama sejumlah perusahaan global, antara lain Toyota dan American Airlines. Dalam perspektif corporate branding, penempatan merek dalam satu ruang komunikasi internasional disebut dapat membangun asosiasi dan memperkenalkan identitas kelembagaan kepada khalayak dunia.
Nilai Strategis Kehadiran di Forum Bergengsi
Pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat ini menempatkan kehadiran di forum berkaliber internasional sebagai bagian dari strategi komunikasi reputasi. Forum dengan kredibilitas tinggi, kata dia, memperkuat international visibility sekaligus membuka akses ke pemangku kepentingan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Eksposur lewat institusi media internasional seperti TIME juga dinilai berpotensi memperluas jangkauan komunikasi Danantara. Agung menyebut fenomena itu sebagai credibility transfer, yakni asosiasi positif ketika sebuah institusi tampil dalam lingkungan komunikasi yang bereputasi kuat.
"Dalam komunikasi reputasi, kehadiran di forum yang memiliki kredibilitas tinggi dapat memperkuat international visibility sekaligus membuka peluang membangun hubungan dengan pemangku kepentingan yang sebelumnya sulit dijangkau," kata Agung.
Kinerja dan Tata Kelola Jadi Syarat Kepercayaan Jangka Panjang
Agung tidak menempatkan eksposur internasional sebagai tujuan akhir. Penguatan citra di luar negeri, ujarnya, perlu disertai kinerja dan tata kelola yang kredibel supaya kepercayaan yang terbentuk tidak berhenti di level simbolik.
Pandangan itu relevan bagi Danantara yang mengemban mandat pengelolaan investasi. Bagi investor, sinyal yang muncul di forum global memang membantu memperkenalkan profil kelembagaan, tetapi keputusan alokasi dana tetap bertumpu pada rekam jejak pengelolaan dan transparansi.
Dari sisi pelaku bisnis, kehadiran di forum TIME100 Next 2026 dapat dibaca sebagai upaya membuka jalur dialog dengan mitra global. Nilai akhirnya bergantung pada tindak lanjut, apakah berujung pada kerja sama konkret atau hanya berhenti sebagai eksposur sesaat.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Agung menempatkan kredibilitas forum sebagai modal awal, bukan jaminan. Reputasi yang dibangun lewat credibility transfer akan cepat menguap bila tidak ada bukti kinerja yang menyertainya.
Karena itu, publikasi di kanal internasional sebaiknya diposisikan sebagai pintu masuk komunikasi, bukan puncak pencapaian. Bagi Danantara, ujian sesungguhnya ada pada konsistensi tata kelola dan hasil pengelolaan investasi yang bisa diverifikasi pemangku kepentingan.