Hutama Karya Kejar Rampung Perbaikan 3 Ruas Jalan Aceh Akhir 2026
LINEPERISTIWA.COM — PT Hutama Karya (Persero) menangani perbaikan tiga ruas jalan nasional di Aceh pascabencana, dengan progres fisik tertinggi baru mencapai 84 persen per Oktober 2026. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung serentak pada 31 Desember 2026. Perbaikan menyasar titik longsor dan jembatan rusak yang memutus konektivitas antarwilayah di provinsi tersebut.
Jakarta — Perbaikan jalan nasional di Aceh menjadi prioritas karena bencana memutus akses warga antarkabupaten. Hutama Karya mengerjakan tiga paket pekerjaan sekaligus, masing-masing pada ruas SP Uning–Batas Gayo Lues (PPK 3.3), ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren (PPK 3.4), serta ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane (PPK 3.5).
Pj. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan penanganan dilakukan terukur mengikuti kondisi lapangan. Prioritasnya kualitas pekerjaan dan keselamatan agar infrastruktur bisa kembali berfungsi.
"Penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana membutuhkan pelaksanaan pekerjaan yang terukur dan sesuai dengan kondisi lapangan," kata Hamdani dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Rincian Tiga Ruas dan Progresnya
Pada ruas PPK 3.3, perseroan menangani 28 titik sepanjang 82,4 kilometer, terdiri atas 24 titik longsor dan empat titik jembatan. Lingkup kerjanya meliputi dinding penahan tanah, pemasangan blok beton, bore pile, shotcrete, hingga penanganan jembatan. Progres fisik ruas ini sudah 78 persen sejak pekerjaan dimulai 5 Desember 2025.
Ruas PPK 3.4 mencatat 23 titik terdampak pada bentang jalan 123 kilometer, dengan panjang penanganan efektif 2,7 kilometer. Hamdani merinci tujuh titik longsor dan satu jembatan ditangani di ruas N22 Aceh Tengah–Blangkejeren, sementara 15 titik longsor lain berada di ruas N23 Blangkejeren–Aceh Tenggara. Pekerjaan mencakup precast buis beton, beton siklop, dinding penahan beton, shotcrete, dan timbunan pilihan. Progresnya 73 persen sejak dimulai 6 Desember 2025.
Adapun ruas PPK 3.5 ditangani pada enam titik, terdiri atas dua jembatan dan empat titik longsor, dengan panjang penanganan sekitar 3,77 kilometer. Lokasinya mencakup kawasan Ketambe, Kafetingir, Bener Berpapah, Jembatan Penanggalan, dan Jembatan Mengkudu. Progres ruas ini paling tinggi, yakni 84 persen, sejak mulai dikerjakan 5 Desember 2025.
Siapa yang Terdampak dan Apa Manfaatnya
Warga di kawasan Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, hingga Kutacane merasakan langsung hasil perbaikan. Jalan yang longsor selama ini menghambat mobilitas harian sekaligus memperlambat distribusi logistik dan barang antarkecamatan.
Pekerjaan pada ruas PPK 3.5 misalnya mencakup drainase, box culvert, perkerasan jalan, struktur penahan tanah, dan jembatan rangka baja. Tujuannya memperkuat stabilitas lereng sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur di titik rawan bencana.
Koordinasi dan Target Rampung
Pelaksanaan di lapangan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Aceh, PPK terkait, dan konsultan pengawas. Ketiga paket pekerjaan kompak dikejar selesai pada 31 Desember 2026.
"Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Hutama Karya dalam mendukung pembangunan dan pemulihan infrastruktur nasional, termasuk penguatan konektivitas antardaerah," tutup Hamdani.
Bagi Hutama Karya, penanganan pascabencana di Aceh memperluas peran perseroan di luar proyek tol yang selama ini menjadi tumpuan kinerja. Pemulihan jalan nasional di wilayah rawan bencana menjadi ukuran lain kemampuan BUMN karya menjaga konektivitas antardaerah.