Bayer Indonesia Luncurkan FARMRISE, Platform Digital Pendampingan Petani

Petani mengikuti Jambore SOBAT Bayer di Malang, Jawa Timur.
Penulis: Sutomo
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:22:31 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Bayer Indonesia meluncurkan platform digital FARMRISE untuk membantu petani mengakses informasi, pembelajaran, dan pendampingan budidaya secara lebih cepat. Peluncuran berlangsung dalam rangkaian Jambore SOBAT Bayer di Malang, Jawa Timur, yang dihadiri sekitar 800 petani dari berbagai daerah. Platform ini menyasar kebutuhan informasi tepercaya di tengah tekanan perubahan iklim dan serangan hama.

Mengapa Akses Informasi Jadi Krusial bagi Petani

Tekanan perubahan iklim, dinamika serangan hama dan penyakit tanaman, serta tuntutan menaikkan produktivitas secara berkelanjutan membuat keputusan budidaya makin kompleks. Informasi yang cepat, tepercaya, dan relevan menjadi penentu hasil usaha tani.

FARMRISE diposisikan sebagai pintu masuk bagi petani untuk memperoleh pembelajaran dan pendampingan melalui perangkat serta aplikasi digital. Bayer menyebut platform ini bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih terhubung.

Petani Diminta Lebih Terbuka pada Teknologi

Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Auzan Baiquni, menilai petani Indonesia semakin terbuka terhadap pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam kegiatan usaha pertaniannya.

"Petani Indonesia semakin terbuka terhadap pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam kegiatan usaha pertaniannya. Agar manfaatnya semakin optimal, petani membutuhkan informasi yang tepercaya, relevan, dan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan. Melalui FARMRISE, kami ingin memperluas akses terhadap pengetahuan dan pendampingan agar petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat bagi usaha taninya," terang Auzan.

Jambore SOBAT Bayer Jadi Ajang Perkenalan

Jambore SOBAT Bayer di Malang menjadi forum pertama pengenalan FARMRISE ke basis petani pengguna produk Bayer. Sekitar 800 petani dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Lewat forum semacam ini, Bayer mendekatkan pengetahuan dan layanan pertanian langsung ke pengguna akhir, bukan hanya lewat jalur distribusi produk. Pendekatan direct to farmer dinilai memungkinkan pendampingan lebih presisi sesuai kondisi lapangan tiap petani.

Apa Artinya bagi Pelaku Sektor Pertanian

Bagi petani, nilai utama FARMRISE terletak pada kecepatan mengakses rekomendasi budidaya dan informasi seputar hama serta penyakit tanaman. Keputusan yang lebih tepat waktu berpotensi menekan risiko gagal panen.

Bagi pelaku industri input pertanian, langkah Bayer memperluas kanal digital menunjukkan pergeseran model pendampingan dari tatap muka murni ke kombinasi layanan digital. Perusahaan lain di sektor serupa menghadapi tantangan serupa: membangun loyalitas petani lewat nilai tambah pengetahuan, bukan semata harga produk.

Adopsi platform digital di segmen petani tetap bergantung pada kualitas jaringan internet di daerah dan kesiapan pengguna terhadap aplikasi. Tanpa keduanya, perluasan akses informasi berisiko berhenti di kalangan petani yang sudah melek teknologi.

Reporter: Sutomo