KKP Targetkan Ekspor Perikanan Tembus USD10 Miliar, Naik Dua Kali Lipat

Dirjen PDSPKP KKP Yudi Nurul Ihsan menyampaikan target ekspor perikanan USD10 miliar dalam Forum Konsultasi Publik BBP3KP KKP di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Penulis: Sutomo
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:02:02 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia menembus USD10 miliar atau setara Rp180 triliun. Target itu berarti hampir dua kali lipat dari capaian saat ini yang berada di kisaran USD6 miliar. Standardisasi produk menjadi kunci utama untuk membuka pasar ekspor yang lebih luas.

Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Yudi Nurul Ihsan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) KKP di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Menurut Yudi, Indonesia punya modal besar untuk mendongkrak nilai ekspor perikanan.

"Kita punya target. Pertama, nilai ekspor perikanan kita harus naik dua kali lipat. Sekarang kan sekitar USD6 sekian miliar. Kalau dua kali lipat jadi di atas USD10 miliar," ujar Yudi.

Standardisasi Jadi PR Utama Pelaku Usaha

Yudi menilai persoalan utama bukan terletak pada minimnya inovasi pelaku usaha. Justru, banyak produk olahan perikanan yang sudah dikembangkan, tetapi belum memenuhi standar yang diminta pasar internasional.

"Kita punya potensi karena ternyata setelah saya lihat, para pelaku usaha itu punya banyak inovasi. Cuma tadi belum terstandardisasi dengan baik. Tugas kita untuk melakukan standardisasi yang baik sehingga nanti punya kualitas untuk ekspor," katanya.

KKP memposisikan standardisasi sebagai pintu masuk untuk meningkatkan daya saing produk. Tanpa sertifikasi dan pengujian yang memadai, produk inovatif berisiko tertahan di pasar domestik meski kualitasnya layak bersaing.

Peran BBP3KP dalam Rantai Ekspor

Forum konsultasi publik itu melibatkan BBP3KP KKP, unit yang menangani pengujian dan penerapan produk kelautan dan perikanan. Layanan pengujian menjadi titik krusial bagi pelaku usaha yang ingin memastikan produknya lolos persyaratan mutu negara tujuan ekspor.

Bagi pelaku usaha, akses ke layanan pengujian yang cepat dan terjangkau menentukan seberapa cepat produk baru bisa masuk pasar. Standar mutu yang terpenuhi juga memengaruhi kepercayaan pembeli di pasar global, terutama untuk komoditas bernilai tambah seperti produk olahan dan siap saji.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor Sektor Perikanan

Target USD10 miliar memberi sinyal bahwa pemerintah akan mendorong hilirisasi produk perikanan, bukan sekadar ekspor bahan mentah. Pelaku usaha yang lebih dulu menyesuaikan standar produksi berpeluang lebih besar menangkap permintaan ekspor.

Dari sisi investasi, peningkatan standar mutu biasanya berjalan seiring kebutuhan modal untuk fasilitas pengolahan, rantai dingin, dan laboratorium uji. Kebutuhan itu membuka ruang bagi pembiayaan sektor riil, termasuk kredit usaha dan investasi di unit pengolahan ikan.

Namun, realisasi target bergantung pada konsistensi pendampingan standardisasi di daerah sentra produksi. Selama proses sertifikasi masih tersendat, nilai ekspor berpotensi bertahan di kisaran USD6 miliar.

Reporter: Sutomo