Pelindo Multi Terminal Benahi Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Forum koordinasi lintas instansi percepatan operasional terminal nonpetikemas Pelabuhan Belawan digelar di Grha Pelindo Medan, Selasa (13/10).
Penulis: Fajar
Senin, 19 Oktober 2026 | 07:21:31 WIB

LINEPERISTIWA.COM — PT Pelindo Multi Terminal menggelar forum koordinasi lintas instansi untuk mempercepat operasional terminal nonpetikemas di Pelabuhan Belawan, Selasa (13/10). Langkah ini diambil karena kelancaran arus barang di pelabuhan strategis Sumatera Utara itu bergantung pada sinkronisasi antara pengelola terminal, Bea Cukai, dan otoritas pelabuhan.

Medan — Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang menangani terminal nonpetikemas itu mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan di Grha Pelindo Medan. Forum bertajuk "Percepatan Operasional Nonpetikemas Pelabuhan Belawan" tersebut membahas titik-titik hambatan yang selama ini memperlambat proses pelayanan.

Hadir dalam diskusi itu perwakilan Bea Cukai Belawan (KPPBC TMP Belawan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan, Pelindo Cabang Belawan, serta sejumlah asosiasi pengguna jasa. Di antaranya DPC INSA Medan–Belawan, DPW ALFI/ILFA Sumatera Utara, DPW ISAA Sumatera Utara, dan Asosiasi Tangki Timbun dan Pemompaan Belawan.

Mengapa Belawan Jadi Prioritas

Pelabuhan Belawan berperan sebagai pintu masuk dan keluar barang utama di Sumatera Utara. Aktivitas nonpetikemas di sana mencakup arus kontainer, barang curah, hingga kegiatan bongkar muat yang melibatkan banyak instansi sekaligus.

Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula risiko gesekan prosedur. Karena itu, Pelindo Multi Terminal menilai percepatan operasional tidak bisa dilakukan satu perusahaan saja, melainkan butuh kesepahaman lintas lembaga.

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan operator. Menurutnya, sinergi dibutuhkan untuk memetakan kendala sekaligus menyelaraskan langkah perbaikan agar arus barang tidak tersendat.

Bea Cukai Soroti Sisi Kepabeanan

Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menyoroti pentingnya sinergi antara kepabeanan dan pengelola pelabuhan. Kerja sama itu dinilai krusial agar pelayanan berjalan lancar sekaligus memastikan ketentuan kepabeanan tetap dipatuhi secara optimal.

Dalam forum tersebut, Pelindo Multi Terminal Branch Belawan memaparkan gambaran operasional terminal nonpetikemas beserta aspek yang bisa dioptimalkan. Bea Cukai Belawan menyusul dengan paparan soal aspek kepabeanan yang berkaitan langsung dengan kegiatan pelabuhan.

Dua paparan itu menjadi bahan diskusi untuk menyamakan pemahaman. Peserta forum lalu mengidentifikasi kendala dan merumuskan peluang perbaikan proses, dengan fokus utama pada upaya mempercepat layanan nonpetikemas.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan

Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal, Wahyu Pradityo, menyatakan forum ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan.

"Percepatan operasional membutuhkan pemahaman dan koordinasi yang selaras dari seluruh pihak yang terlibat. Melalui forum ini, kita dapat bertukar pandangan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu dioptimalkan, serta membangun kesepahaman mengenai langkah perbaikan yang dapat ditindaklanjuti bersama. Harapannya, kolaborasi ini dapat mendukung proses operasional yang lebih efektif dan kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa," ujar Wahyu.

Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar penguatan koordinasi dan penyelarasan proses kerja antarinstansi. Bagi pengguna jasa, perbaikan ini berdampak langsung pada waktu tunggu bongkar muat dan kepastian jadwal pengiriman barang.

PT Pelindo Multi Terminal sendiri fokus pada pengelolaan operasional terminal nonpetikemas di Indonesia. Peran Pelabuhan Belawan sebagai penopang logistik regional membuat percepatan layanan di sana kian relevan, terutama saat arus perdagangan Sumatera Utara terus tumbuh.

Reporter: Fajar