IHSG Berpotensi Koreksi ke 5.744 Usai Turun 1,33 Persen, BBCA Jadi Pilihan
LINEPERISTIWA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi ke rentang 5.744–5.794 pada perdagangan hari ini setelah ambruk 1,33 persen ke level 5.863 pada sesi sebelumnya. Riset MNC Sekuritas mencatat tekanan jual yang muncul kemarin masih membayangi pergerakan indeks, meski ada peluang penguatan lebih dulu ke area 5.864–5.883. Investor diarahkan mencermati level support dan resistance untuk menyusun strategi jangka pendek.
Riset MNC Sekuritas menyebut IHSG menghadapi dua skenario pada perdagangan hari ini. Skenario utama memperkirakan indeks bergerak turun menuju rentang 5.744–5.794, sementara skenario terbaik membuka ruang penguatan ke 5.864–5.883.
Level support ditempatkan pada 5.744 dan 5.643. Adapun resistance berada di 6.009 dan 6.216.
Tekanan Jual Bayangi IHSG Usai Koreksi 1,33 Persen
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,33 persen ke 5.863. Koreksi itu disertai munculnya tekanan jual yang menandakan investor masih berhati-hati menjelang akhir pekan.
MNC Sekuritas menilai pergerakan indeks perlu diwaspadai, terutama bila level support 5.744 tidak mampu ditahan. Sebaliknya, penembusan resistance 6.009 akan membuka ruang kenaikan lebih lanjut.
BBCA Masuk Radar Trading Buy Meski Terkoreksi 0,82 Persen
Salah satu saham yang masuk menu pilihan MNC Sekuritas adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham ini terkoreksi 0,82 persen ke Rp6.075, namun masih didominasi volume pembelian.
Pergerakan BBCA belum mampu menembus MA20. Menurut riset tersebut, posisi saham BBCA saat ini diperkirakan berada pada bagian awal dari wave (b) dari wave [y].
Rekomendasi untuk BBCA adalah trading buy. Artinya, saham ini cocok untuk transaksi jangka pendek dengan memanfaatkan momentum pantulan teknikal.
Strategi Investor di Tengah Skenario Dua Arah
Dengan potensi koreksi dan penguatan yang sama-sama terbuka, investor disarankan mencermati level kunci sebelum mengambil posisi. Support 5.744 dan 5.643 menjadi acuan batas bawah, sedangkan resistance 6.009 dan 6.216 menjadi acuan batas atas.
Riset MNC Sekuritas juga menekankan pentingnya disiplin pada level entry dan exit. Pergerakan IHSG yang masih dalam fase koreksi teknikal membuat pemilihan saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi menjadi pertimbangan utama.