IHSG Berpotensi Koreksi ke 5.744, Simak Rekomendasi ADMR hingga ENRG

Pergerakan IHSG ditutup menguat 0,29 persen ke level 5.943 pada perdagangan sebelumnya.
Penulis: Saiful
Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:23:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi ke rentang 5.744–5.794 pada perdagangan hari ini setelah ditutup menguat 0,29 persen ke level 5.943. Riset MNC Sekuritas menilai penguatan indeks masih didominasi volume pembelian yang cenderung mengecil, sinyal bahwa tenaga bullish mulai terbatas. Pelaku pasar disarankan mencermati level support dan resistance sebelum mengambil posisi di saham energi seperti ADMR, BRMS, hingga ENRG.

Riset MNC Sekuritas menyebut posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam. Pola gelombang tersebut mengindikasikan indeks masih berpeluang melanjutkan koreksi sebelum kembali menguat.

Level support IHSG berada di 5.887 dan 5.744, sedangkan resistance di 6.216 dan 6.296. Adapun skenario terbaik, koreksi hanya akan menguji 5.897–5.940 dan indeks menguat kembali untuk menguji 5.989–6.014.

Volume Pembelian Mengecil Jadi Sinyal Peringatan

Penguatan IHSG sebesar 0,29 persen ke 5.943 pada perdagangan sebelumnya tidak diikuti volume pembelian yang signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian analis karena kenaikan indeks tanpa dukungan volume biasanya rentan berbalik arah.

Volume yang mengecil menunjukkan partisipasi pelaku pasar mulai menurun. Dalam kondisi seperti ini, indeks lebih mudah tertekan jika muncul sentimen negatif dari pasar global maupun regional.

Rentang Kritis yang Perlu Dicermati Investor

Dua level support menjadi acuan utama dalam beberapa sesi ke depan. Support pertama di 5.887 berfungsi sebagai penahan awal, sementara 5.744 menjadi batas koreksi yang lebih dalam.

Jika indeks mampu bertahan di atas 5.887, peluang rebound ke area 5.989–6.014 masih terbuka. Sebaliknya, penembusan 5.744 akan membuka ruang koreksi lebih lanjut dan mengubah struktur gelombang yang saat ini terbentuk.

Rekomendasi Saham Energi: ADMR, BRMS, hingga ENRG

Saham-saham sektor energi menjadi fokus analisa teknikal di tengah ketidakpastian arah indeks. Ketiganya memiliki karakter pergerakan yang berbeda dan perlu didekati dengan strategi masing-masing.

  • ADMR — perhatikan level support terdekat sebagai acuan entry, dengan target kenaikan bertahap selama IHSG bertahan di atas 5.887.
  • BRMS — saham ini sensitif terhadap pergerakan harga komoditas logam, sehingga arah indeks global turut memengaruhi volatilitasnya.
  • ENRG — cocok dicermati jika indeks kembali menguji area resistance 6.216, dengan catatan volume perdagangan ikut meningkat.

Apa Artinya bagi Investor

Kondisi indeks yang menguat tanpa dukungan volume menuntut kehati-hatian. Investor disarankan tidak mengejar harga di area resistance dan menunggu konfirmasi di level support sebelum menambah posisi.

Strategi bertahap dengan memperhatikan level 5.887 dan 5.744 menjadi acuan yang lebih aman dibanding masuk sekaligus di satu titik harga. Pemantauan volume harian juga penting untuk memastikan apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut.

Riset MNC Sekuritas menegaskan level support di 5.887 dan 5.744, sedangkan resistance 6.216 dan 6.296. Acuan tersebut dapat menjadi panduan dalam menentukan titik akumulasi maupun pengurangan risiko pada saham-saham energi yang menjadi sorotan.

Reporter: Saiful