PSC dan EVL Gelar Pelatihan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000, CRA dan CRP Dibuka Oktober 2026
LINEPERISTIWA.COM — Piranha Smart Center (PSC) bersama Education Visionary Lab (EVL) membuka Pelatihan dan Uji Kompetensi Manajemen Risiko berbasis ISO 31000:2018 dengan dua pilihan program sertifikasi, yakni CRA dan CRP. Keduanya digelar secara online melalui Zoom pada 26-28 Oktober 2026, pukul 09.00-16.00 WIB. Program ini menyasar profesional yang perlu membangun kompetensi identifikasi hingga mitigasi risiko di tengah ketidakpastian bisnis.
Pelatihan ini menempatkan manajemen risiko sebagai kompetensi inti, bukan pelengkap. Materi disusun mengikuti kerangka ISO 31000:2018, standar yang lazim dipakai organisasi untuk menyelaraskan proses risiko dengan strategi usaha.
Peserta tidak hanya belajar teori. Kurikulum mencakup penyusunan risk register, penilaian risiko, penetapan risk appetite dan risk tolerance, hingga perancangan strategi mitigasi. Pembelajaran dilengkapi studi kasus perusahaan, diskusi kelompok, dan simulasi penerapan di situasi kerja.
Dua Jalur Sertifikasi: CRA dan CRP
PSC dan EVL menyediakan dua program yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi. Perbedaannya terletak pada durasi dan kedalaman materi yang ditempuh peserta.
- CRA (Certified Risk Associate) — berlangsung 26-27 Oktober 2026, dua hari.
- CRP (Certified Risk Professional) — berlangsung 26-28 Oktober 2026, tiga hari.
- Keduanya dilaksanakan online melalui Zoom, pukul 09.00-16.00 WIB.
Peserta yang menyelesaikan rangkaian pelatihan sekaligus mengikuti uji kompetensi akan memperoleh sertifikasi sesuai jalur yang dipilih. Informasi pendaftaran bisa diakses melalui detikEvent.
Mengapa Risiko Sering Tidak Terlihat Sejak Awal
Risiko dalam bisnis jarang muncul dalam bentuk tunggal. Perubahan kondisi pasar, gangguan operasional, hingga keputusan strategis yang tidak berjalan sesuai rencana menjadi sumber tekanan yang saling berkaitan.
Persoalannya, banyak organisasi baru menyadari risiko setelah dampaknya terasa. Padahal, penilaian yang dilakukan lebih awal memungkinkan perusahaan menentukan prioritas penanganan dan mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat.
Proses manajemen risiko bekerja di titik ini. Bukan sekadar mendaftar apa yang bisa salah, tetapi mengukur besaran dampak, menetapkan skala prioritas, dan menyiapkan langkah penanganan yang sesuai kapasitas organisasi.
Pemantauan dan Pelaporan Jadi Bagian Kurikulum
Materi pelatihan juga mencakup pemantauan dan evaluasi risiko, pengambilan keputusan berbasis risiko, serta pengembangan dashboard untuk pelaporan. Bagian ini penting karena risiko bersifat dinamis, sehingga penilaian yang dilakukan sekali tidak cukup.
Bagi perusahaan, kemampuan menyusun laporan risiko yang rapi membantu manajemen dan pemegang kepentingan melihat gambaran eksposur secara lebih jernih. Ini juga memudahkan proses audit internal maupun pemenuhan kebutuhan tata kelola.
Pendaftaran dan informasi lengkap mengenai Pelatihan dan Uji Kompetensi Manajemen Risiko dapat dicek melalui detikEvent.