IHSG Rawan Koreksi Lanjutan, Analis Rekomendasikan ASII, EMAS, INCO, RAJA
LINEPERISTIWA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan akhir pekan ini setelah turun 1,88% ke level 6.031 pada Kamis (8/10). Meski tekanan jual masih mendominasi, sejumlah analis sekuritas justru menjagokan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) untuk dicermati investor.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan indeks saat ini masih berada dalam bagian gelombang (wave) iv dari wave c. Dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang menguat untuk menguji area gap di level 6.227–6.231.
Kendati demikian, investor diminta mewaspadai potensi koreksi lanjutan ke rentang 5.850–5.911 apabila indeks menembus ke bawah level 5.973.
"Cermati area koreksi dalam jangka pendek di 6.008–6.025," tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (9/10).
Level Support dan Resistance IHSG Versi MNC Sekuritas
MNC Sekuritas menetapkan target area support IHSG di kisaran 6.018–5.973, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.297–6.376. Support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu, di mana harga umumnya kembali naik karena daya beli meningkat.
Adapun resistance adalah tingkat harga yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah menyentuh level ini, biasanya muncul aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
Rekomendasi Trading Buy: KLBF dan RAJA
MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan akumulasi beli di rentang Rp 740–Rp 760, target harga Rp 810–Rp 830, dan level stoploss di bawah Rp 715.
Untuk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), analis merekomendasikan buy on weakness pada area Rp 645–Rp 660 dengan target harga Rp 730–Rp 760 dan stoploss di bawah Rp 605.
Lima Saham Pilihan Phintraco Sekuritas
Phintraco Sekuritas menjagokan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ).
Sentimen yang menjadi pertimbangan pasar salah satunya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang turun dari 118,5 pada Agustus menjadi 118,1 pada September. Penurunan ini dipicu melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 107,5 dari 109,4, sekaligus level terendah dalam 12 bulan terakhir.
Sebaliknya, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 128,7 dari 127,6. Kenaikan ditopang membaiknya Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja.
Penjualan Mobil dan Motor Jadi Katalis Sektor Otomotif
Dari sektor otomotif, penjualan mobil di Indonesia meningkat 28,1% secara tahunan (yoy) menjadi 79.450 unit pada September. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Agustus yang mencapai 32,4%.
Secara kumulatif, penjualan mobil selama sembilan bulan pertama 2026 tumbuh 21% yoy menjadi 679.020 unit. Sementara penjualan sepeda motor naik 15,37% yoy menjadi 654.343 unit pada September 2026, penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober 2014 sekaligus pertumbuhan terkuat sejak Mei 2026.
Sepanjang Januari–September 2026, penjualan sepeda motor tumbuh 3,71% yoy menjadi 5,02 juta unit.
Proyeksi IHSG: Uji Level Kritis 6.000
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi kembali menguji level kritis 6.000. Secara teknikal, indeks ditutup di bawah rata-rata pergerakan (moving average/MA) 5 dan MA10, disertai peningkatan volume jual.
Apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.000 dan berbalik menguat, indeks berpeluang membentuk pola double bottom.
"Namun jika ditutup di bawah level 6.000, maka diperkirakan indeks akan menguji level di 5.800–5.900," demikian analisis Phintraco, Jumat (9/10).