Menperin Sarmuji Pacu 4,43 Juta IKM Berorientasi Ekspor, Ini Tantangannya

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memimpin rapat kerja bersama Direktorat Jenderal IKMA di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Penulis: Fajar
Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:02:02 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan industri kecil dan menengah (IKM) nasional mampu menembus pasar global, bukan lagi hanya mengandalkan pasar domestik. Kementerian Perindustrian mencatat ada 4,43 juta unit usaha IKM di Indonesia yang dinilai punya potensi besar untuk naik kelas. Fokus pembinaan kini diarahkan pada IKM yang berdaya saing dan siap memanfaatkan teknologi digital untuk ekspor.

Kementerian Perindustrian menilai populasi IKM yang tersebar luas adalah kekuatan yang belum sepenuhnya tergarap untuk menopang struktur industri nasional. Dari total 4,43 juta unit usaha tersebut, sekitar 4,41 juta di antaranya merupakan industri kecil dan mikro, sedangkan 22.161 unit lain masuk kategori industri skala menengah.

Sarmuji menyampaikan arah kebijakan ini dalam rapat kerja internal bersama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Menurutnya, pembinaan akan diprioritaskan bagi IKM yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, sekaligus didorong memaksimalkan teknologi digital untuk membuka akses pasar lintas negara.

Ekspor Bukan Lagi Domain Industri Besar

Sarmuji menegaskan bahwa kegiatan ekspor tidak seharusnya hanya dikuasai korporasi besar. Perkembangan perdagangan elektronik, katanya, membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau konsumen di luar negeri tanpa terkendala skala usaha maupun jarak geografis.

"Kita bisa konsentrasi pada industri kecil dan menengah yang berorientasi ekspor. Karena di era sekarang, orang bisa berjualan secara online sampai ke luar negeri. Ada teman saya yang bahkan menjual dawet sampai ke Hong Kong. Jadi, urusan ekspor jangan hanya menjadi domain industri besar, tetapi industri kecil dan menengah juga harus bisa," ujar Menperin.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa hambatan klasik IKM, seperti keterbatasan modal dan akses jaringan distribusi, dinilai semakin bisa ditekan lewat platform digital. Kemajuan teknologi mengubah pola perdagangan dan memperbesar peluang pelaku usaha kecil menembus pasar internasional.

Produk IKM sebagai Duta Identitas Indonesia

Bagi Sarmuji, keberadaan produk IKM Indonesia di pasar global punya makna lebih dari sekadar transaksi dagang. Produk khas daerah yang masuk ke berbagai negara dinilai sekaligus berfungsi sebagai medium memperkenalkan identitas dan kekayaan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Kemenperin menempatkan penguatan pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu instrumen utama dalam mendorong IKM naik kelas. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan dagang lintas negara.

Tantangan yang Menanti

Target mendorong jutaan IKM menembus ekspor bukan persoalan ringan. Sebagian besar unit usaha itu masih berskala mikro dengan kapasitas produksi terbatas, sehingga kesiapan standar mutu, legalitas, dan logistik menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Pemerintah memilih strategi pembinaan bertahap dengan menyasar IKM yang sudah punya keunggulan kompetitif lebih dulu. Pendekatan ini diharapkan menciptakan efek bergulir bagi pelaku usaha kecil lain untuk mengikuti jejak serupa.

Reporter: Fajar