Wall Street Menguat, Data Tenaga Kerja AS Lemah Pacu Harapan The Fed Tahan Bunga
LINEPERISTIWA.COM — Bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (2/10) setelah laporan ketenagakerjaan September jauh di bawah perkiraan. Dow Jones naik 250 poin atau 0,5% ke 51.176,46, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,2% ke 27.190,86. Pelaku pasar kini melihat peluang 77% The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober.
Laporan nonpertanian AS hanya mencatat penambahan 29.000 pekerjaan sepanjang September, jauh dari konsensus Dow Jones yang memperkirakan 84.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari posisi sebelumnya 4,1%. Kombinasi data lemah tanpa indikasi resesi membuat investor kembali menakar arah kebijakan moneter bank sentral AS.
S&P 500 menguat 0,7% atau 56,27 poin menjadi 7.722,72. Nasdaq bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di awal perdagangan sebelum tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield surat utang sempat turun pasca rilis data ketenagakerjaan, namun berbalik naik dan menahan laju indeks.
Saham Teknologi Pimpin Kenaikan, Nvidia Cetak Rekor
Selera risiko investor kembali meningkat dan mendorong saham teknologi memimpin penguatan. Nvidia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya sejak Mei, meski akhirnya ditutup di bawah rekor penutupan sebelumnya. Saham CrowdStrike, Palo Alto Networks, dan AMD juga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa. AMD ditutup naik hampir 3%.
Kepala Strategi Pasar Osaic, Phil Blancato menilai data tersebut sebagai gambaran yang diharapkan pasar. Pasar tenaga kerja melemah, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda ekonomi melambat.
"Tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, tidak terlalu bagus, dan tidak melemah," kata Blancato dikutip CNBC International, Senin (5/10).
Peluang The Fed Tahan Bunga 77% di Oktober
Berdasarkan perdagangan futures Fed funds, pelaku pasar melihat peluang 77% The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, menurut CME FedWatch Tool. Angka ini menjadi acuan utama investor menjelang musim laporan keuangan kuartal ketiga.
Kepala Investasi Nuveen, Saira Malik memperkirakan laporan keuangan emiten akan mencatat kinerja sangat kuat. Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi pemicu reli akhir tahun.
"Jadi, saya pikir ini bisa menjadi awal dari reli Santa Claus yang selama ini kita harapkan," kata Malik dalam program "Squawk Box" CNBC.
Dow Jones Masih Turun 1,3% Sepanjang Pekan
Meski ditutup menguat pada Jumat, Dow Jones masih terkoreksi sekitar 1,3% secara mingguan. S&P 500 melemah 0,3%, sedangkan Nasdaq justru terangkat 0,6% dan menjadi satu-satunya indeks utama yang mencatat kenaikan sepanjang pekan. Bagi Nasdaq, penguatan Jumat menandai kenaikan tiga hari perdagangan berturut-turut.
Sentimen tambahan datang dari penurunan harga minyak. Sejumlah negara Eropa mempertimbangkan pelepasan cadangan bahan bakar strategis sebagai respons terhadap tekanan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Harga minyak yang lebih rendah meringankan biaya energi korporasi dan menjadi katalis positif bagi pasar saham.
Pada perdagangan Kamis (1/10), Wall Street juga ditutup naik tipis di awal Oktober. Pasar obligasi global masih menjadi penekan utama kinerja indeks sepanjang pekan, dengan pergerakan yield menjadi variabel yang perlu dicermati investor dalam beberapa sesi ke depan.