INKA Kirim 120 Gerbong Kereta ke Selandia Baru, Total Ekspor Capai 1.294 Unit

PT INKA merealisasikan 250 dari 340 unit gerbong kereta yang dipesan Selandia Baru melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Terminal Teluk Lamong, Surabaya.
Penulis: Sutomo
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:03:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Ekspor perdana ke Selandia Baru kali ini dilakukan melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal. Dengan pengiriman terbaru ini, INKA telah merealisasikan 250 unit atau sekitar 73,5 persen dari total 340 unit yang dipesan.

Senior Manager Corporate Communications and Representative Office PT INKA (Persero) Nanang Agung Rohmandiyas menegaskan, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama, yakni memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan.

Rincian Pesanan dan Realisasi Ekspor

Dari total 340 unit yang dipesan, rinciannya terdiri atas 290 unit Container Flat Top Wagon 40 foot dan 50 unit Container Flat Top Wagon 50 foot. Adapun secara keseluruhan, sejak 2021 INKA telah mengirimkan 1.294 unit gerbong kereta untuk pasar Australia dan Selandia Baru dari total 1.504 unit yang dipesan.

Pengiriman bertahap ini menunjukkan kapasitas produksi INKA dalam memenuhi permintaan pasar internasional. Produk gerbong buatan anak bangsa ini pun terus dipercaya oleh operator kereta api di kawasan Pasifik.

Kepercayaan Pasar Internasional terhadap Produk INKA

Ekspor ke Selandia Baru dan Australia bukanlah yang pertama bagi INKA. Sebelumnya, BUMN perkeretaapian ini juga telah menembus pasar Asia Tenggara dan Afrika. Kepercayaan dari negara maju seperti Selandia Baru dan Australia menjadi bukti bahwa kualitas produk manufaktur Indonesia mampu bersaing di level global.

Dengan realisasi yang telah mencapai 73,5 persen, INKA dipastikan akan terus menuntaskan sisa pengiriman sebanyak 90 unit lagi. Penyelesaian pesanan ini diharapkan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah disepakati dengan pembeli.

Keberhasilan INKA menembus pasar ekspor ini juga berdampak pada perekonomian nasional, terutama dari sisi neraca perdagangan dan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur dalam negeri.

Reporter: Sutomo