IHSG Dibayangi Koreksi Usai Cetak Kenaikan 1,93% Pekan Lalu, Pelaku Pasar Disarankan Cermati Level 6.441

IHSG ditutup menguat 1,93 persen secara mingguan di level 6.525 pada perdagangan Jumat (21/8).
Penulis: Yasir
Senin, 24 Agustus 2026 | 08:18:31 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai pola candlestick spinning top yang terbentuk menunjukkan kekuatan beli dan jual di pasar sedang relatif berimbang. Kondisi ini membuka peluang terjadinya koreksi untuk menguji support terdekat di level 6.441.

"Kondisi ini membuka peluang koreksi IHSG untuk menguji support terdekat di level 6.441," ujar Ivan dalam riset hariannya, Senin (24/8).

Support dan Resistance yang Perlu Dicermati Investor

Ivan memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support di level 6.441, 6.353, 6.230, dan 6.057. Sementara itu, level resistance diprediksi berada di angka 6.666, 6.835, dan 6.916.

Untuk perdagangan hari ini, ia merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki peluang penguatan, antara lain JPFA, MDKA, PGAS, dan UNVR.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Menurutnya, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target area 6.628-6.666. Namun, ia juga mengingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.429-6.475.

"Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat menuju area 6.628-6.666 sekaligus menguji area gap. Namun, cermati potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.429-6.475," jelas Herditya.

Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di level 6.373 dan 6.272, serta resistance di level 6.599 dan 6.705. Saham-saham yang direkomendasikannya untuk dicermati adalah FORE, INCO, MBMA, dan TLKM.

Kinerja IHSG Sepanjang Pekan Lalu

Sebagai gambaran, IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8) di level 6.525. Indeks naik 24,10 poin atau 0,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Secara mingguan, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,93 persen dan berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Data RTI Infokom menunjukkan total nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp17,42 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 58,08 miliar lembar saham.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham tercatat menguat, 294 saham terkoreksi, dan 178 saham stagnan. Data ini menunjukkan bahwa meskipun indeks utama menguat, tekanan jual di sebagian besar saham masih cukup terasa.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Yasir